Kadang ketika…

•December 18, 2009 • 1 Comment

*ditulis ketika sedang menjadi wanita sesungguhnya: hati dan emosi bekerja sama dalam menguasai logika dan akal sehat

Hey, kamu.

Kadang ketika seorang wanita bercerita, ia hanya ingin didengarkan.

Bukan diceramahi.

Bukan disalahkan.

Bukan untuk dikatai naif.

Ada saatnya untuk itu semua,

Mungkin 5 menit berikutnya, 1 jam berikutnya, keesokan harinya, bulan berikutnya, atau bahkan mungkin tahun berikutnya.

Tapi tidak saat ia sedang bercerita.

Saat bercerita, kepala dan hatinya sedang penuh,

Maka ketika kamu mencoba mengisinya dengan petuah, nasihat, ataupun yang lainnya, semua itu akan terpental dengan sendirinya.

Cuma.ingin.didengarkan.

Apa itu berlebihan?

So, be a good listener, then.

Hey, kamu.

Kadang ketika wanita sedang bercerita, ia cuma ingin pinjam telingamu untuk mendengarkan kisahnya,

pinjam mulutmu untuk memberi semangat atau melontarkan lelucon lucu untuk membuat sang wanita melupakan sejenak semua permasalahannya,

atau bahkan meminjam tanganmu untuk menepuk kepala atau pundaknya dengan gesture menenangkan,

dia tidak meminjam mulutmu untuk mengatakan bahwa ia naif

dan tidak meminjam tanganmu untuk menunjuk padanya bahwa ia salah.

Ia sadar bahwa ia salah.

Ia cuma butuh beberapa saat untuk tidak diingatkan tentang kesalahannya itu.

Hey, kamu.

Kadang ketika wanita sedang bercerita, hatinya sedang luka

Jadi jangan menaburkan sesuatu yang bisa membuat luka itu menguak makin lebar.

Hey,kamu.

Ketika seorang wanita sedang bercerita,

Just shut the hell up, and listen to it!

Period

Hey,kamu.

Penyembuhan luka setiap orang itu berbeda.

Maybe you don’t even realize it?

Sampai sekarang wanita itu masih luka.

:(

Berlebihan?

I know I am,

but I don’t need your finger to point it on me.

Don’t. even.dare.
[On a high...ly irritated mood]
[PMS talking? who knows?...]

Palette

•December 16, 2009 • 2 Comments

*It’s an old song from Arashi, but the melody is so beautiful. Make me stunned everytime I listen to it..

Palette

I’ll go anywhere, I’ll do anything, I’ll be there cause
you are the part of my life.
I’ll go anywhere, I’ll do anything, I’ll be there for you.

It has become common that you’re on my right side.
I said while we’re parting that we couldn’t meet once again.
“I will never forget your portrait.”
I was just joking at the beginning but now, tears are overflowing and I can’t move.

Baby, drying out the palette while folding something important.
We passed through time, locking up the pain but the tears won’t stop yet.

For the first time, my usual show of courage looks like a lie in front of you.
You have various silhouettes from the left side and I’ve seen all of them.

Because I decided not to cry, I composed a smile.
I begun to overdo my imitation, I collapse and awfully cry.

Baby, you open the folded palette once again.
Written in the white canvas, “I love you forever.”
The feeling’s full strength, an undeniable love.
Definitely without fading, we are bind inside this palette.

I don’t wanna care the left time.
But we don’t have the time, u know?
So, I say…

Inside a drop on my cheek while I walk along.
The unbreakable ending is a heart’s ruins.
The moon’s light is my only light.
This is impossible, saying bye bye with a smile.

I’ll go anywhere, I’ll do anything, I feel the echo,
you are the part of my life.
I’ll go anywhere, I’ll do anything,
you are the only one can light up my life baby.
(A portrait showing courage and a face with unstoppable tears.
Various colors are lined up, everything are inside…)

Drying out the palette while folding something important.
We passed through time, locking up the pain.

Taken from arashilyrics.com

Bride Wars

•December 14, 2009 • Leave a Comment

Even best friends can’t share the same wedding day…

Cat's fight? ;)

Telat banget nontonnya, mbak.

Ahaha.

Udah hampir satu taun lewat, baru ditonton.

Saya emang gitu sih orangnya. Kalo nonton film harus sesuai dengan ‘my pace’, dengan kata lain harus sesuai dengan mood. Ya kecuali kalo nonton di bioskop. Gak mungkin ketinggalan sampe satu taun kan, kalo nonton di sono mah. Hehe.

Soal kualitas pun saya rewel (padahal jelas2 donlotnya gretongan masih rewel juga XD). Pokoknya kalau gambarnya belum berkualitas DVD, saya gak bakalan mau donlot. Padahal film dengan gambar kualitas DVD baru bakalan keluar kira-kira 3-4 bulan setelah tayang di bioskop. Yah, begitulah kira-kira.

Okeh, back to business.

This movie was a great one, actually. I would give 4 out of 5 stars among the same genre movies. Film dengan genre yang sama di sini maksudnya adalah  film2 yang nontonnya gak usah pake pake mikir. Tapi, walau gak usah pake mikir segala, ternyata akhirnya banyak juga hal yang bisa bikin saya mikir :D

1. Boyfriends come and go, but girlfriends stay forever. Seneng deh lihat pertemanan Liv (Kate Hudson) sama Emma (Anne Hathaway). Jadi pengen punya satu yang kayak gitu. A friend that knows you more than yourself :)

2. Ada apa sih dengan June wedding at the plaza? Kayaknya gak sekali ini juga saya denger istilah itu di film. Apa itu bisa-bisanya para produser Hollywood aja yang memberikan euphoria tentang kawinan bulan Juni di Plaza. Eh, ngomong apa sih saya? Haha.

3. Kalau di Amerika, wedding itu adalah urusan individual. Tak terkecuali dengan orang tua. Beda kan yah. kalau di Indonesia wedding itu pestanya orang tua. Tamu-tamu yang dateng juga dipastikan 80% nya tamu orang tua. Di Bride Wars, bahkan orang tua Emma baru dateng pas hari-H, ketika si pengantin udah selesai dipoles dengan cantik dan siap berjalan menuju altar.

Bahkan Liv ngomong ke Emma waktu dia bingung memilih gaun pengantin, “are you sure you want to wear your mother’s dress? because this is your dream. you are the one who do it, not your mother” – begitulah kira-kira inti omongannya :)

4. Nyambung dengan poin 3 di atas, mereka itu mandiri banget. Liv sama Emma ngebiayain pernikahan mereka dengan uang sendiri loh, bukan dari orang tua. Beda banget kan ya sama budaya sini. Karena asosiasi kawinan itu pesta orang tua, ya yang ngebiayain orang tua. Jadi ujung-ujungnya juga kudu nurut sama tetek bengek kawinan menurut orang tua.

Well, that’s not a bad thing either :) Saya percaya kalau kawinan ini tuh sebagai simbol pelepasan orang tua terakhir kepada anaknya, jadi gak salah kalau kan kalau mereka pengen ngerayain dengan ‘pesta’? :D Ah, ngelantur lagi saya,..

5. Buka mata lebar-lebar, jodoh itu terkadang ada di dekat kita tanpa kita sadari. ahahaha.. lame.. :p

6. I really love New York scenery when it’s autumn or winter :) Gak penting ya? Hahaha, well sapa tau ada yang berinisiatip ngajakin saya ke New York waktu autumn atau winter? ;)

satu lagi..

7. Saya masih belom bisa mecahin misteri perkawinan gaya Amrik yang kudu punya: something old, something blue, and something borrowed. Hmm.. any idea what’s that all about?

Riida no Tanjyoubi

•December 14, 2009 • Leave a Comment

*meringis-ringis memohon maaf  kepada Riida karena tidak membuat postingan ini tepat pada hari ulang tahunnya.

Yes, I know Riida, I’m sorry. I really am. I wanted to post this exactly on your bday, but something came up..and here I am.

No, I am not definitely choosing Jun over you, just because I posted his bday post  exactly on his d-day (oh my).

Shall we start, then? :)

Huh?

Ohno Satoshi,

Born 26th November 1980. Yes, he is 29 years old. Don’t believe me? Should I show you his birth certificate, then? ;)

Isn’t he the cutest 29th years old ever? :D

He’s incredibly talented in arts: singing, dancing, sculpturing, drawing.. and the best part is he doesn’t seem to  give too much effort to do it all. They just run smoothly. Whew..

Awkay, I just want to make this post short XD,

So..

HAPPY BIRTHDAY OHNO-KUN!

Don’t get sunburnt too much!!

Devil's eyes

Just kill me!! Kill me with those eyes!! XD

pictures courtesy of dthnhi@LJ :)

When Singapore is getting colder…

•November 30, 2009 • Leave a Comment
*Which is a one in a million thing..

I’d put up my socks to prevent my little feet from getting cold,

I’d change my sleeveless T-shirt and shorts into long sleeves-with (long) pants-pajamas,

I’d turn off the fan

*gasps* do you hear that guys? I.turned.OFF.the. fan!

I’d close the window,

I’d hide myself under sarong

Well, I didn’t pack any blanket whatsoever  :p

I’d sleep with a smile on my face,

I’d be lullabied by the rhythm of the falling rain,

Wishing that the weather will stay like this like, um, forever…

A deep sleep,

A dreamless night,

………….

Until I realized,

It’s 7.30 AM already!

Crap.

I’m late.

Oh well,…

Zzzz..me.want.to.sleep.again

Picture taken from here.