*ditulis ketika sedang menjadi wanita sesungguhnya: hati dan emosi bekerja sama dalam menguasai logika dan akal sehat
Hey, kamu.
Kadang ketika seorang wanita bercerita, ia hanya ingin didengarkan.
Bukan diceramahi.
Bukan disalahkan.
Bukan untuk dikatai naif.
Ada saatnya untuk itu semua,
Mungkin 5 menit berikutnya, 1 jam berikutnya, keesokan harinya, bulan berikutnya, atau bahkan mungkin tahun berikutnya.
Tapi tidak saat ia sedang bercerita.
Saat bercerita, kepala dan hatinya sedang penuh,
Maka ketika kamu mencoba mengisinya dengan petuah, nasihat, ataupun yang lainnya, semua itu akan terpental dengan sendirinya.
Cuma.ingin.didengarkan.
Apa itu berlebihan?
So, be a good listener, then.
Hey, kamu.
Kadang ketika wanita sedang bercerita, ia cuma ingin pinjam telingamu untuk mendengarkan kisahnya,
pinjam mulutmu untuk memberi semangat atau melontarkan lelucon lucu untuk membuat sang wanita melupakan sejenak semua permasalahannya,
atau bahkan meminjam tanganmu untuk menepuk kepala atau pundaknya dengan gesture menenangkan,
dia tidak meminjam mulutmu untuk mengatakan bahwa ia naif
dan tidak meminjam tanganmu untuk menunjuk padanya bahwa ia salah.
Ia sadar bahwa ia salah.
Ia cuma butuh beberapa saat untuk tidak diingatkan tentang kesalahannya itu.
Hey, kamu.
Kadang ketika wanita sedang bercerita, hatinya sedang luka
Jadi jangan menaburkan sesuatu yang bisa membuat luka itu menguak makin lebar.
Hey,kamu.
Ketika seorang wanita sedang bercerita,
Just shut the hell up, and listen to it!
Period
Hey,kamu.
Penyembuhan luka setiap orang itu berbeda.
Maybe you don’t even realize it?
Sampai sekarang wanita itu masih luka.
Berlebihan?
I know I am,
but I don’t need your finger to point it on me.
Don’t. even.dare.
[On a high...ly irritated mood]





